HADITS KE-10: BERAKHLAK BAIK

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال : لـم يكن النبي صلى الله عليه وسلم فَاحِشاً وَلاَ مُتَفَحِّشاً وَكَانَ يَقُوْلُ إِنَّ مِنْ خِيَارُكُمْ أَحْسَنُكُمْ أًخْلاَقاً. رواه البخاري
Dari Abdullah bin Amru رضي الله عنه berkata: Nabi صلي الله عليه وسلم tidak pernah berkata maupun berbuat kotor. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya termasuk sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya” (HR Bukhari no. 3419)

Perawi Hadits:
Dia adalah Abdullah bin Amru bin Ash Bin Wa-il Al Qurosy bertemu Nabi صلي الله عليه وسلم pada garis kakeknya Kaab bin Luay, salah seorang golongan yang pertama masuk Islam (as sabiqunal awalun). Banyak meriwayatkan hadits.

Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut terdapat dalil akan baiknya akhlaq Nabi رضي الله عنه. Beliau adalah bukan seorang yang berbicara maupun berbuat kotor. “Fakhsy” adalah setiap sesuatu yang keluar dari kadarnya hingga dianggap buruk termasuk dalam perkataan, perbuatan dan sifat. Sedang “Fakhisy” orang yang berkata keji dan “Mutafakhisy” orang yang menggunakan kekejian supaya orang tertawa.
Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang berkata dan berbuat keji

Faedah yang dapat diambil dari Hadits:

  1. Keagungan syariat Islam dimana menyeru kaum muslimin untuk memiliki sifat-sifat yang utama misalnya; menghilangkan gangguan, menyambut orang dengan senyuman serta mencurahkan kebaikan.
  2. Wajib berpegang teguh dengan akhlak utama dan meninggalkan akhlak yang buruk.
  3. Berakhlaq baik mendekatkan kepada kedudukan Nabi صلي الله عليه وسلم pada hari kiamat
  4. Menghormati kaum muslimin dan mempergauli mereka dengan akhlak baik
  5. Barangsiapa memiliki akhlaq baik memperoleh kecintaan Allah Taala
  6. Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.

Komentar