عن عبد الله
بن عمرو رضي الله عنهما قال : لـم يكن النبي صلى الله عليه وسلم فَاحِشاً وَلاَ
مُتَفَحِّشاً وَكَانَ يَقُوْلُ إِنَّ مِنْ خِيَارُكُمْ أَحْسَنُكُمْ أًخْلاَقاً. رواه البخاري
Dari Abdullah bin Amru رضي الله عنه berkata: Nabi صلي الله عليه وسلم tidak pernah berkata
maupun berbuat kotor. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya termasuk sebaik-baik kalian
adalah yang paling baik akhlaknya” (HR Bukhari no. 3419)
Perawi Hadits:
Dia adalah Abdullah bin Amru bin Ash Bin Wa-il
Al Qurosy bertemu Nabi صلي الله عليه وسلم pada garis kakeknya Ka’ab bin Luay, salah seorang golongan yang pertama masuk Islam (as
sabiqunal awalun). Banyak meriwayatkan hadits.
Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut terdapat dalil akan
baiknya akhlaq Nabi رضي الله عنه. Beliau adalah bukan seorang yang berbicara maupun berbuat kotor.
“Fakhsy” adalah setiap sesuatu yang keluar dari kadarnya hingga dianggap buruk
termasuk dalam perkataan, perbuatan dan sifat. Sedang “Fakhisy” orang yang
berkata keji dan “Mutafakhisy” orang yang menggunakan kekejian supaya orang
tertawa.
Nabi صلي الله
عليه وسلم bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang berkata dan
berbuat keji”
Faedah yang dapat diambil dari
Hadits:
- Keagungan syariat Islam dimana menyeru kaum muslimin untuk memiliki sifat-sifat yang utama misalnya; menghilangkan gangguan, menyambut orang dengan senyuman serta mencurahkan kebaikan.
- Wajib berpegang teguh dengan akhlak utama dan meninggalkan akhlak yang buruk.
- Berakhlaq baik mendekatkan kepada kedudukan Nabi صلي الله عليه وسلم pada hari kiamat
- Menghormati kaum muslimin dan mempergauli mereka dengan akhlak baik
- Barangsiapa memiliki akhlaq baik memperoleh kecintaan Allah Ta’ala
- Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya.
Komentar
Posting Komentar
Nama :
Komentar :
Saran :
Solusi :