عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت : مَا خُيِّرَ رَسولُ اللهِ صلى
الله عليه وسلم بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلاَّ أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَالَمْ يَكُنْ إِثماً
فَإِنْ كَانَ إثماً كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ، وَمَا انْتَقَمَ رَسُوْلُ
للهِ صلى الله عليه وسلم لِنَفْسِهِ إِلاَّ أَنْ تُنْتَهَكَ حُرْمَةُ اللهِ
فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ بِهَا.
رواه البخاري
Dari Aisyah رضي الله
عنه bahwasanya ia berkata: “Tidaklah Rasul
صلي الله عليه وسلم diberikan
pilihan antara dua hal melainkan beliau ambil yang paling mudah selama bukan
dosa. Jika berupa dosa maka beliau manusia yang paling jauh dari dosa. Dan
tidaklah Rasulullah صلي الله عليه وسلم membalas dendam melainkan jika kehormatan Allah dirusak maka
beliau membalaskannya karena Allah” (HR Bukhari no. 5898)
Perawi Hadits:
Dia adalah ‘Aisyah binti Abi Bakar As Siddiq
–رضي الله عنه-, istri Rasul صلي الله عليه
وسلم, ahli fikh dan ilmu. Meriwayatkan banyak
hadits
Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut menunjukkan akan
kemudahan dan kelapangan Islam dan menunjukkan bahwa tidaklah Nabi صلي الله عليه وسلم diberikan pilihan
antara dua perkara dari perkara dunia melainkan beliau ambil yang termudah dan
hal itu selama yang termudah tersebut tidak ada unsur dosa maka saat itu beliau
memilih yang benar.
Adalah beliau صلي
الله عليه وسلم tidak pernah membalas dendam untuk
membela dirinya sendiri seperti beliau pernah memaafkan seorang badui yang
kurang ajar mengangkat suara kepada beliau dan terhadap orang lain yang menarik
selendangnya sehingga membekas di pundaknya. Ini memberikan petunjuk untuk
memberi maaf kecuali dalam hak-hak Allah Ta’ala.
Faedah yang dapat diambil dari
Hadits:
- Penjelasan bahwa Islam itu agama yang mudah dan toleran selama hal itu tidak terdapat dosa
- Memaafkan dan berlapang dada merupakan sebab saling bersatu dan bersaudara antara kaum muslimin.
- Mencontoh Rasul صلي الله عليه وسلم dalam hal pemberiaan maaf, toleransi dan kesabaran beliau
- Seorang muslim yang memaafkan dan berlapang dada mendapatkan pahala besar dari Allah عزّوجلّ
- Memaafkan dan berlapang dada bukan karena lemah atau tak mampu melainkan semata-mata karena mencari pahala
- Mendiamkan kemungkaran bukan termasuk sifat pemaaf dan toleransi.
Komentar
Posting Komentar
Nama :
Komentar :
Saran :
Solusi :