HADITS KE-11: MEMBERI MAAF DAN LAPANG DADA

عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت : مَا خُيِّرَ رَسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَيْنَ أَمْرَيْنِ إِلاَّ أَخَذَ أَيْسَرَهُمَا مَالَمْ يَكُنْ إِثماً فَإِنْ كَانَ إثماً كَانَ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنْهُ، وَمَا انْتَقَمَ رَسُوْلُ للهِ صلى الله عليه وسلم لِنَفْسِهِ إِلاَّ أَنْ تُنْتَهَكَ حُرْمَةُ اللهِ فَيَنْتَقِمُ لِلَّهِ بِهَا. رواه البخاري

Dari Aisyah رضي الله عنه bahwasanya ia berkata: “Tidaklah Rasul صلي الله عليه وسلم diberikan pilihan antara dua hal melainkan beliau ambil yang paling mudah selama bukan dosa. Jika berupa dosa maka beliau manusia yang paling jauh dari dosa. Dan tidaklah Rasulullah صلي الله عليه وسلم membalas dendam melainkan jika kehormatan Allah dirusak maka beliau membalaskannya karena Allah” (HR Bukhari no. 5898)

Perawi Hadits:
Dia adalah Aisyah binti Abi Bakar As Siddiq رضي الله عنه-, istri Rasul صلي الله عليه وسلم, ahli fikh dan ilmu. Meriwayatkan banyak hadits

Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut menunjukkan akan kemudahan dan kelapangan Islam dan menunjukkan bahwa tidaklah Nabi صلي الله عليه وسلم diberikan pilihan antara dua perkara dari perkara dunia melainkan beliau ambil yang termudah dan hal itu selama yang termudah tersebut tidak ada unsur dosa maka saat itu beliau memilih yang benar.
Adalah beliau صلي الله عليه وسلم tidak pernah membalas dendam untuk membela dirinya sendiri seperti beliau pernah memaafkan seorang badui yang kurang ajar mengangkat suara kepada beliau dan terhadap orang lain yang menarik selendangnya sehingga membekas di pundaknya. Ini memberikan petunjuk untuk memberi maaf kecuali dalam hak-hak Allah Taala.

Faedah yang dapat diambil dari Hadits:

  1. Penjelasan bahwa Islam itu agama yang mudah dan toleran selama hal itu tidak terdapat dosa
  2. Memaafkan dan berlapang dada merupakan sebab saling bersatu dan bersaudara antara kaum muslimin.
  3. Mencontoh Rasul صلي الله عليه وسلم dalam hal pemberiaan maaf, toleransi dan kesabaran beliau
  4. Seorang muslim yang memaafkan dan berlapang dada mendapatkan pahala besar dari Allah عزّوجلّ
  5. Memaafkan dan berlapang dada bukan karena lemah atau tak mampu melainkan semata-mata karena mencari pahala
  6. Mendiamkan kemungkaran bukan termasuk sifat pemaaf dan toleransi.

Komentar