عن أنس رضي
الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ
لِنَفْسِهِ.
رواه البخاري
Dari Anas رضي الله
عنه dari Nabi صلي الله عليه
وسلم bersabda:
“Tidak sempurna iman seorang kalian hingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari no. 13)
Perawi Hadits:
Anas bin Malik Al Anshory رضي الله عنه, pembantu Rasulullah
صلي الله عليه وسلم,
meriwayatkan banyak hadits.
Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut terdapat dalil wajibnya
seorang muslim mencintai saudaranya muslim. Maksud mencintai adalah condong
terhadap apa yang disetujui orang yang dicintai. Kecintaan itu terkadang karena
inderanya seperti baik rupa, karena perbuatan baik dzatnya seperti keutamaan dan
kesempurnaan atau karena kebaikannya seperti mendatangkan manfaat dan menolak
bahaya. Demikian pula mencintai saudaranya sebanding dengan apa yang ia peroleh,
sama saja apakah dalam perkara nyata ataupun maknawi. Dhohir hadits ini menuntut
persamaan dan anjuran tawadhu’ (merendah diri). Kecintaan ini tidak bisa sempurna melainkan
dengan meninggalkan hasad, dengki dan curang yang semuanya sifat
tercela.
Faedah yang dapat diambil dari
Hadits:
- Diantara kesempurnaan iman adalah seorang muslim mencintai saudara-saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri dan membenci bagi mereka apa yang ia benci untuk dirinya.
- Hasad dan dengki penyebab berkurangnya iman.
- Diantara kecintaan seorang muslim terhadap saudara adalah membimbingnya kepada setiap kebaikan dan mencegahnya dari perbuatan dzalim.
- Waspada dari sifat egois (kamu mencintai segala sesuatu untuk dirimu sendiri tanpa yang lain).
Komentar
Posting Komentar
Nama :
Komentar :
Saran :
Solusi :