HADITS KE-14: WAJIB SEORANG MUSLIM MENCINTAI SAUDARANYA

عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِرواه البخاري
Dari Anas رضي الله عنه dari Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:
“Tidak sempurna iman seorang kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari no. 13)

Perawi Hadits:
Anas bin Malik Al Anshory رضي الله عنه, pembantu Rasulullah صلي الله عليه وسلم, meriwayatkan banyak hadits.

Makna Secara Umum:
Dalam hadits tersebut terdapat dalil wajibnya seorang muslim mencintai saudaranya muslim. Maksud mencintai adalah condong terhadap apa yang disetujui orang yang dicintai. Kecintaan itu terkadang karena inderanya seperti baik rupa, karena perbuatan baik dzatnya seperti keutamaan dan kesempurnaan atau karena kebaikannya seperti mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. Demikian pula mencintai saudaranya sebanding dengan apa yang ia peroleh, sama saja apakah dalam perkara nyata ataupun maknawi. Dhohir hadits ini menuntut persamaan dan anjuran tawadhu (merendah diri). Kecintaan ini tidak bisa sempurna melainkan dengan meninggalkan hasad, dengki dan curang yang semuanya sifat tercela.

Faedah yang dapat diambil dari Hadits:
  1. Diantara kesempurnaan iman adalah seorang muslim mencintai saudara-saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri dan membenci bagi mereka apa yang ia benci untuk dirinya.
  2. Hasad dan dengki penyebab berkurangnya iman.
  3. Diantara kecintaan seorang muslim terhadap saudara adalah membimbingnya kepada setiap kebaikan dan mencegahnya dari perbuatan dzalim.
  4. Waspada dari sifat egois (kamu mencintai segala sesuatu untuk dirimu sendiri tanpa yang lain).

الحمد للله رب العالمين

Komentar