عن عمر بن سلمة قال :
كُنْتُ فيِ حِجْرِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَكَانَتْ يَدِي تَطِيْشُ
فيِ الصَحْفَةِ ، فَقَالَ ليِ يَا غُلاَم سَمِّ اللهِ وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ وَكُلْ
مِمَّا يَلِيْكَ. رواه مسلم
Dari
Umar bin Abi Salamah berkata: “Dulu aku berada dalam didikan Rasulullah صلي الله عليه وسلم, adalah tanganku berpindah-pindah pada
piring makan. Maka beliau bersabda padaku:
“Wahai anak, bacalah bismillah,
makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari apa-apa yang di dekatmu” (HR.
Muslim no. 5221)
Perawi
Hadits :
Dia adalah Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما yang
dididik di rumah Rasulullah صلي الله عليه وسلم,
dilahirkan pada tahun kedua hijrah, dan pernah diangkat Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه untuk memerintah di Bahrain. Wafat
di Madinah tahun 83 H.
Makna
Hadits secara umum:
Dalam hadits ini terdapat petunjuk agar menyebut Nama Allah sebelum makan dan
dengan tangan kanan dan menunjukkan akan haramnya makan dan minum dengan tangan
kiri. Karena hal itu perbuatan dan perilaku syetan. Sedangkan seorang Muslim
diperintahkan untuk menjahui cara-cara orang-orang yang fasik lebih-lebih dari
syetan. Nafi’ telah memberikan tambahan: dalam hal mengambil dan memberi.
Demikian pula seorang muslim hendaknya makan dari makanan yang terdekat
darinya.
Faedah
yang dapat diambil dari Hadits:
- Disyariatkan menyebut nama Allah sebelum memulai makan
- Jika lupa untuk mengucapkan basmalah di awalnya hendaklah mengucapkan “Dengan nama Allah di awalnya dan akhirnya”
- Jika anda makan, maka makanlah dengan tangan kanan. Dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanan juga
- Mengucapkan “ Al-Hamdulillah “ setelah selesai dari makan dan minum
- Jika anda duduk untuk makan, maka makanlah yang dekat dari anda.
Komentar
Posting Komentar
Nama :
Komentar :
Saran :
Solusi :