HADITS KE-8: ADAB BUANG HAJAT

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: كانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إذاَ دَخَلَ الخَلاَءَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنيِّ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائِثِ. رواه البخاري
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: “Adalah Nabi صلي الله عليه وسلم apabila masuk kamar kecil berdoa:
“Ya Allah seseungguhnya aku berlindung kepadamu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan” (HR Bukhari no. 6084)
عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم أن النبي صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا خَرَجَ مِنَ الخَلاَءِ قَالَ: غُفْرَانَكَرواه الترمذي وغيره   
Dari Aisyah رضي الله عنها bahwasanya Nabi صلي الله عليه وسلم apabila keluar dari kamar kecil berdoa:
“Aku mohon ampunan-Mu” (HR Turmudzi no. 7 dan yang lain)                                                                                                       
Perawi Hadits:
Anas bin Malik Al Anshory, pembantu Rasululah صلي الله عليه وسلم, meriwayatkan banyak hadits.
Aisyah رضي الله عنها, dia adalah Aisyah binti Siddiq رضي الله عنه, istri Rasul صلي الله عليه وسلم, ahli fikih dan ilmu, meriwayatkan banyak hadits.

Makna Secara Umum:
Dzikir ini disyariatkan pada tempat-tempat yang memang disiapkan (untuk buang hajat). Oleh karenanya disertai (lafadz) “masuk”. Dzikir ini juga disyariatkan pada tempat-tempat yang tidak disiapkan untuk buang hajat sekalipun hadits tersebut disebutkan pada kamar kecil karena tempat tersebut memang biasa didatangi syaitan. Dhohir hadits Anas bahwa Nabi صلي الله عليه وسلم menyaringkan dzikir ini, maka labih baik menyaringkannya.

Faedah yang dapat diambil dari Hadits:
  1. Disunahkan berdoa:
اللَّهُمَّ إِنيِّ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الخُبُثِ وَالخَبَائِثِ
”Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan” ketika masuk tempat buang hajat
  1. Disunahkan mendahulukan kaki kiri ketika masuk kamar mandi dan kaki kanan ketika keluar
  2. Disunahkan ketika keluar dari tempat buang hajat berdoa:
غُفْرَانَكَ
“Aku mohon Ampunan-Mu”

  1. Menjaga larangan (baca) dzikirullah di dalam kamar mandi
  2. Larangan Dzikrullah di dalam kamar mandi.

Komentar